22 Desember 2009

BIJAK SEJENAK


RELAX INSTRUMENTAL


**********************************

SLEEPING BABY
 Image : www.funnybabyanimalphotos.blogspot.com


PERCAKAPAN TUHAN
 DENGAN SEORANG BAYI**

Pada suatu pagi di Surga. Seorang bayi yang siap dilahirkan ke dunia, bertanya kepada Tuhan,

Bayi 
"Tuhan, para Malaikat di sini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana caranya saya hidup di sana?,  saya begitu kecil, lemah dan tak berdaya"
Tuhan 
"Aku sudah memilih 1 Malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu"
Bayi   
"Tapi di sini, di dalam Surga-saya berbahagia. Apa yang kulakukan hanyalah bermain, bernyanyi dan tertawa, ini sudah lebih dari cukup bagi saya"
Tuhan  
"Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan engkau akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih berbahagia lagi"
Bayi   
"Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku, jika saya tidak mengerti bahasa mereka ?"
Tuhan   
"Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah engkau dengar dan dengan penuh kesabaran dan perhatian dia akan mengajarkanmu bagaimana cara berbicara"
Bayi   
"Apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadamu ?"
Tuhan   
"Malaikatmu akan mengajarkanmu bagaimana cara berdoa"


Bayi  
"Saya dengar bahwa di bumi banyak orang yang jahat, siapakah nanti yang akan melindungi saya ?"
Tuhan  
"Malaikatmu akan melindungimu walaupun hal itu akan mengancam keselamatan jiwanya"
Bayi  
"Tapi saya pasti akan sedih karena tidak melihatMu lagi"
Tuhan  
"Malaikatmu akan menceritakan padamu tentang-Ku dan akan mengajarkan bagaimana agar engkau bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku akan selalu berada di sisimu"
Saat itu Surga begitu tenangnya sehingga suara dari Bumi dapat terdengar dan sang bayi pun bertanya perlahan,

Bayi  
"Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahuku nama Malaikat tersebut ?"


Jawab Tuhan,  
"Engkau akan memanggil Malaikatmu, Mama....."


** Disadur dari sumber : www.unic77.blogspot.com




*****



Image : www.plime.com


7 RAHIB DAN 
GEROMBOLAN PENYAMUN

Alkisah beberapa abad yang lalu, disebuah hutan Asia, terdapat sebuah goa batu yang dihuni oleh 7 Orang Rahib untuk bermeditasi. Ke 7 Rahib, terdiri dari : Kepala Rahib, Rahib ke-2 : Saudara kandungnya, Rahib ke-3 : Sahabat karibnya, Rahib ke 4 : Seterunya, sebab mereka tidak pernah akur, Rahib ke-5 : Usianya sudah uzur, dapat meninggal setiap saat, Rahib ke-6 : Sedang sakit keras, tinggal menunggu waktu saja, dan Rahib ke-7 : Seorang yang tak berguna, sering ketiduran saat meditasi, tak hafal mantra doa, bahkan tak becus mengenakan jubah. Akan tetapi Rahib lainnya dapat menerima keberadaannya, bahkan berterima kasih karena dapat belajar kesabaran.

Suatu hari Gerombolan Penyamun menemukan goa dimaksud. Karena sangat terpencil dan letaknya tersembunyi dalam hutan, mereka bermaksud menjadikan goa ini sebagai markas sekaligus tempat menyimpan harta hasil rampokan. Oleh karena itu mereka bermaksud membunuh ke 7 Rahib dimaksud. Untungnya sang Kepala Rahib, seorang bijak yang pandai berkata - kata secara persuasif. Dia berusaha meyakinkan Kepala Penyamun agar mereka bertujuh dibebaskan.


Image : www.pixdaus.com
Akan tetapi Kepala Penyamun berkata bahwa Ia akan melepaskan 6 Rahib dan membunuh 1 Rahib sebagai peringatan agar Rahib lainnya tidak membuka mulut kepada siapapun akan keberadaan mereka. Kepala Rahib diberi waktu beberapa menit untuk menentukan Rahib mana yang akan dikorbankan sehingga Rahib lainnya dapat dibebaskan dengan selamat. 


Rahib mana yang akan dikorbankan ?, diantara Rahib itu terdapat; Saudara kandung, Sahabat karib, Seteru,  Si Uzur, Si penyakitan-yang keduanya mendekati ajal, dan Rahib yang tak berguna. Secara logika, yang dipilih mungkin adalah Sang Seteru, atau yang menjelang ajal, atau yang tak berguna. 


Setelah waktu berfikir habis, Kepala Rahib berkata kepada Kepala Penyamun, bahwa Ia tidak bisa memilih antara dirinya dan Rahib lainnya. Selanjutnya Kepala Rahib lalu menjelaskan tentang cinta dan pengampunan, bahwa cintanya kepada saudara kandungnya persis sama dengan cintanya kepada sahabat karibnya, tak kurang tak lebih. Demikian juga persis sama dengan cintanya pada seterunya, kepada Si Tua, Si Penyakitan dan Si tak berguna. Hatinya selalu terbuka untuk siapa saja dan seperti apapun keberadaan mereka. 


Pintu hatinya selalu terbuka untuk semua orang, tanpa syarat, tanpa diskriminasi, cinta yang mengalir bebas. Cintanya kepada orang lain sama persis dengan cintanya akan diri sendiri. Sehingga hatinya terbuka untuk semua. Itulah sebabnya Ia tidak dapat memilih antara dirinya atau Rahib lainnya. 


Seluruh Penyamun terkesan dengan sikap Kepala Rahib, akhirnya mereka membebaskan ketujuh Rahib dengan selamat, dan tidak hanya itu, seluruh anggota gerombolan penyamun itu bertobat dan berusaha untuk kembali hidup sebagai manusia yang baik.    
  *****
** Disadur dari Tabloid AURA No. 50 / TH.XIV.

2 komentar:

Taty K mengatakan...

Benar sekali. Kasih Ibu memang sejati, berlangsung sepanjang masa.

Anonim mengatakan...

Sayapun setuju jika cinta itu agung, tak salah rasanya jika Whitney Houston bilang "The Greatest Love of All".

FOLLOWER