23 Desember 2009

BIJAK SEJENAK


RELAX INSTRUMENTAL


*********************************************

PENGHARGAAN YANG TULUS
 AKAN MEMUNCULKAN
 SISI TERCANTIK SESEORANG**
Image : www.twcenter.net

Alkisah, pada suatu hari, Pangeran muda Arthur (dari Kerajaan Camelot) disergap dan ditawan oleh pasukan dari salah  satu Kerajaan musuh. Semula Pangeran akan dibunuh, namun karena sikap Pengeran Arthur yang gentlement, Raja musuh menjadi kagum, sehingga Raja akan membebaskan Pangeran Arthur,namun dengan syarat Arthur dapat menjawab sebuah pertanyaan yang sulit.  Arthur diberi waktu 1 Tahun untuk menemukan jawabannya, apabila lewat tenggang waktu tidak dapat memberikan jawaban yang tepat, Ia akan dibunuh. 

Pangeran Arthur menyanggupi tantangan Raja Musuh, dan Raja pun memberikan sebuah pertanyaan tantangan yaitu : "Hal apa yang benar - benar didambakan oleh seorang wanita dalam hatinya ?",  Arthur terkejut, mustahil ada orang yang bisa membaca hati dan pikiran orang lain, apalagi wanita, dalam hatinya tak terukur. 

Arthur pun kembali ke kerajaannya, dan mulai mengumpulkan informasi dari berbagai sumber seperti : Buku Pengetahuan, hingga pendapat dari berbagai kalangan seperti : Para Cendekiawan, Pejabat Kerajaan, Bangsawan, Ksatrya, Pendeta, Saudagar, hingga Rakyat jelata, namun tak satupun yang memberikan jawaban yang memuaskan.  Bahkan Merlin (Penyihir/Tabib/ Cendekiawan/Penasihat Kerajaan Camelot) sekalipun angkat tangan. Akhirnya masyarakat menyarankan Arthur untuk menemui seorang Nenek Sihir soliter yang terkenal aneh di kerajaan, namun Arthur menolak, sebab Nenek Sihir ini terkenal akan selalu menuntut bayaran yang amat mahal nan mustahil.           
Menjelang batas waktu hampir berakhir, karna tak ada pilihan lain, akhirnya Arthur pergi menemui sang Nenek Sihir. Nenek Sihir bersedia memberikan jawaban yang tepat, namun dengan syarat Pangeran Arthur harus membayar harga lebih dahulu, setelah itu jawaban akan diberikan.   Arthur pun berjanji akan membayar harga yang diajukan.  Sang Nenek Sihir mengajukan harga :  Ingin menikah dengan Sir. Lancelot (salah seorang Ksatrya sahabat terbaik Arthur),  Pangeran Arthur kaget bukan kepalang bagai disambar geledek, mana mungkin !,  lagipula  Nenek Sihir ini jauh lebih tua. Punggungnya bungkuk, wajahnya buruk penuh bintik, giginya tinggal satu, aroma badannya mengeluarkan bau tak sedap dan mulutnya selalu mengeluarkan suara aneh bagai dengkur kucing. 

Pangeran Arthur kembali ke Istana dengan hati masgul dan galau, tak sampai hati membayangkan sobat karibnya akan menanggung derita sengsara seumur hidup, Ia tak akan memaksa sahabatnya untuk memenuhi permintaan Nenek Sihir, lebih baik Ia menghadapi tantangan Raja musuh secara gentlement.  Sir. Lancelot datang menghadap dan berkata "Tak ada pengorbanan yang terlalu besar dibanding nyawa Pangeran demi kelanjutan Kerajaan Camelot".    

Akhirnya perkawinan antara Sir. Lancelot dengan Nenek Sihir dilaksanakan, Nenek Sihir pun memberikan jawaban kepada Pangeran Arthur  :  Hal yang paling didambakan oleh seorang wanita dalam hatinya adalah Bebas menentukan dan mengatur hidupnya sendiri.  Semua orang dalam Kerajaan langsung mengerti bahwa Nenek Sihir ini telah mengemukakan sebuah kebenaran yang hakiki dan sekaligus menyelamatkan nyawa Pangeran Arthur dari hukuman mati.

Setelah pesta perkawinan usai, tibalah saatnya pengantin memasuki kamar pengantin. Pengantin wanita (Nenek Sihir) terlebih dahulu, sebab Pengantin pria masih bercakap – cakap dengan beberapa Ksatrya sobat karibnya.  Beberapa waktu kemudian Sir. Lancelot masuk ke kamar pengantin sambil menguatkan hati memberanikan diri untuk menghadapi pengalaman mengerikan malam ini, begitu sampai didalam Sir. Lancelot kaget. 

Image : www.fanpop.com

Ia menemukan seorang Wanita muda yang amat cantik nan anggun, yang belum pernah ditemui dalam hidupnya.  Ia bertanya apa yang terjadi,  Wanita cantik itu menjawab bahwa karena Lancelot bersikap gentlement, baik, ramah dan sopan padanya bahkan didepan umum sekalipun, maka malam ini Ia akan tampil sebagai Wanita muda yang cantik.  

Wanita cantik itupun selanjutnya berkata, bahwa Ia akan tampil setengah hari sebagai Nenek tua buruk rupa, dan setengah hari sebagai Wanita muda nan cantik. Lancelot disuruh memilih mana yang Ia sukai. Lancelot mempertimbangkan pilihan sulit ini :  Kalau tampil sebagai Wanita cantik disiang hari, Ia bisa memamerkannya kepada seluruh khayalak ramai, tetapi dimalam hari Ia berhadapan dengan monster tua.  Atau lebih baik Nenek tua disiang hari dan Dewi Venus dimalam hari terutama untuk saat–saat intim.
Setelah berfikir beberapa saat, Sir. Lancelot dengan hati–hati berkata bahwa Ia mengizinkan Istrinya untuk bebas menentukan pilihannya sendiri. Mendengar hal itu, Sang Wanita cantik langsung berkata, bahwa mulai detik ini sampai seterusnya Ia akan tetap tampil sebagai Seorang Wanita cantik, karena Lancelot telah menghormati dan menghargainya dengan memberikan kebebasan untuk menentukan dan mengatur hidupnya sendiri.    



** Disarikan dari : Tabloid AURA No. 36/TH.XIV, September 2010.      

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Wah ......... luar biasa. Pesan moralnya indah. Aku tersentuh !. Good lick.

FOLLOWER