13 Desember 2009

LANDMARK MONUMENTAL **

Banyak karya arsitektur yang indah dan fenomenal sehingga menjadi Landmark sebuah Kota atau Negara, bahkan menjadi warisan dunia. Dan dibalik keindahan dan kemegahannya terkadang  terselip sepenggal sejarah atau kisah yang mendebarkan bahkan menyentuh. Inilah beberapa diantaranya  :


1. Tembok Besar China

Tak dapat disangkal bahwa inilah karya arsitektur yang paling spektakuler, Ya ! Tembok Besar China (The Great Wall-Orang China menyebutnya Wanli Changcheng - Tembok Besar sepanjang 10.000 Li), Bayangkan, jika kebanyakan bangunan monumental menempati lahan tidak lebih dari sekian puluh hektar disebuah kota, namun tidak demikian dengan Tembok Besar. The Great Wall dibangun melintasi 7 Provinsi, Kota dan Daerah otonom lainnya sepanjang 7. 000 Km meliuk, melingkar menyusuri punggung bukit, gunung dan lembah, bak naga tidur, dengan lebar ± 5 meter dengan ketinggian ± 10 meter.

Pembangunan Tembok Besar ini memakan waktu ratusan tahun di zaman sejumlah kaisar, dan konon menelan korban jiwa manusia yang tidak berbilang banyaknya dan dikuburkan disekitar Tembok Besar. Pada masa pembangunan Tembok Besar ini, Negeri China belumlah berbentuk Kekaisaran, melainkan kerajaan–kerajaan kecil yang saling berperang satu sama lain. Dan untuk melindungi diri, beberapa kerajaan mendirikan tembok perlindungan.  

Konon Tembok Besar Cina mulai dibangun sekitar tahun 770 hingga 476 sebelum Masehi oleh Dinasti Zhou. Beberapa tembok lain juga dibangun oleh penguasa kerajaan Qin, Yan dan Zhao. Tembok-tembok itu kemudian disatukan oleh Kaisar Pertama, Kaisar Qin Shi Huang setelah ia mempersatukan Cina pada tahun 214 sebelum Masehi, fungsinya sebagai kubu pertahanan untuk menangkis serbuan pasukan berkuda dari Utara yang amat terkenal kejam dan menghancurkan (Bangsa Mongol dengan Pemimpin besarnya Jengis Khan, amat ditakuti).  

Selanjutnya pada masa Dinasti Han, Kaisar Han Wu Di, memerintahkan perluasan tembok guna mencegah serangan dari Bangsa Mongol. Waktu terus berlalu, dan perkuatan dan perluasan terus dilakukan hingga jaman Dinasti Ming (1368 – 1644). Kaisar Ming adalah penguasa yang memperkuat Tembok dengan bata dan batu granit, serta memperkokoh pondasinya. Ia mendirikan titik-titik penjagaan dan menara-menara kontrol yang diisi dengan senjata dan bahan pangan. Api akan dinyalakan bila musuh datang, sehingga kabar tersebut dapat disampaikan ke seluruh negeri dalam waktu singkat. Selain itu Benteng dan menara api digunakan sebagai tempat istirahat bagi prajurit pada waktu damai,

Dari balik kemegahan Tembok Besar ini terkuak sebuah kisah happy ending dari Tembok Jiayuguan yang berdiri di Provinsi Gansu. Konon pada jaman Dinasti Ming (1368-1644) seorang pekerja yang bernama Yi Kaizhan (ahli matematika), mengkalkulasikan bahwa pembangunan Tembok Jiayuguan akan membutuhkan 99,999 buah batu. Pengawasnya tidak percaya dan mengatakan jikalau kalkulasinya salah meskipun hanya satu batu saja, maka dia dan seluruh pekerja akan dihukum dengan kerja paksa selama tiga tahun.

Setelah pembangunan selesai, si pengawas sangatlah senang ketika melihat satu batu masih tertinggal di belakang gerbang Xiwong. Tetapi saat itu juga Yi Kaizhan tiba-tiba mengatakan bahwa batu itu ditaruh disitu oleh makhluk supranatural untuk menstabilkan, dan jika dipindah satu inci saja maka seluruh Jiayuguan akan runtuh. Sekarang, para pengunjung Tembok Jiayuguan dapat menemukan batu itu, persis seperti hari dimana si pengawas menemukannya.

Kini Sang "Naga Tembok" masih tetap utuh berbaring menyambut setiap orang yang datang berkunjung untuk menyusurinya. Bangunan spektakuler ini telah menjadi Landmark Semangat Negeri "Naga Merah" .  Dan pada Tahun 1987, PBB melalui UNESCO menetapkan The Great Wall sebagai warisan Dunia.

*******

2. Katedral ST. BASILLIUS

Katedral Santo Basillius dibangun antara tahun 1555-1561, nama resminya adalah Cathedral of the Intercession of the Virgin on The Moat. Namun Orang lebih mengenalnya sebagai St. Basil Cathedral.  Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap Santo Basil  (Basil the Blessed), Seorang Biarawan Russia bernama Vasily (Vasily dalam laval Inggris = Basil) yang terkenal dengan kemurahan dan kebaikan hatinya ( sehingga diberkati ) yang dimakamkan pada salah satu kapel dalam gereja ini. Orang Russia menyebut Katedral ini  Khram Vasiliya Blazhennogo atau Prokovsky Sobor.
  
Adalah Tsar Ivan IV (Ivan The Terrible-Ivan yang suka membuat masalah), memerintahkan Postnik Yakovlev untuk mendisain sebuah bangunan yang paling indah dan belum ada duanya sebagai tanda untuk memperingati kemenangan Russia atas penaklukan Kazan yang dikuasai Bangsa Tartar-Mongol tahun 1552. 

Dibalik keindahan Katedral ini, banyak tersimpan kisah yang menyentuh. Konon setelah bangunan selesai dibuat, Tsar Ivan IV bertanya kepada Sang Arsirek, Apakah Ia masih bisa membuat bangunan yang seindah Saint Basil ?, atau mungkin yang lebih indah lagi ?. Pertanyaan Sang Tsar diiyakan, mendengar jawaban itu, diam-diam Tsar memerintahkan agar mata Sang Arsitek dibutakan (dicungkil), sehingga kelak tidak ada lagi bangunan yang bisa menandingi keindahan Saint Basil.

Katedral yang terdiri dari sembilan kapel dengan keunikannya masing–masing itu didesain berdasarkan simbol keyakinan yang kuat, dan dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang Jerusalem Baru, yakni Kerajaan Surga yang dilukiskan di Kitab Wahyu.

Ketika Perancis menyerang dan menduduki Russia, Keindahan Saint Basil ini menggoda hati Napoleon Bonaparte. Dia bersikeras hendak memindahkan Katedral ini ke Paris, tetapi tidak ada teknologi yang memadai. Karena kecewa Napoleon kemudian memerintahkan supaya Katedral itu dihancurkan dengan ledakan mesiu, namun tiba–tiba turun hujan amat lebat membasahi mesiu, sehingga penghancuran pun gagal.

Pada masa komunis di bawah rezim Bolshevik, Katedral ditutup dan Pemimpin gereja dibunuh. Selanjutnya, pada masa pemerintahan Stalin (Presiden Uni Sovyet), teman dekatnya, Lazar Kaganovich, yang menjabat Direktur Perencanaan Rekonstruksi Lapangan Merah, menyarankan supaya katedral dirobohkan. Tujuannya supaya Lapangan Merah semakin luas serta memudahkan pergerakan parade publik dan pergerakan kendaraan bermotor di lapangan. 

Pyotr Baranovsky (Arsitek dan Pemerhati Budaya Rusia) diperintahkan untuk merobohkan bangunan itu, namun Ia menolak bahkan menentang dan mengancam akan memotong tenggorokannya sendiri, dan dengan nekat mengirim telegram secara panjang lebar soal penolakannya kepada Stalin. Beruntung Stalin menerima idenya dan membatalkan rencana penghancuran. Sebagai upahnya,  Baranovsky dihadiahi : Hukuman Penjara selama 5 Tahun.

Hingga kini Katedral Santo Basillius masih memancarkan keindahan bangunan dan warna warninya dari Lapangan Merah Moscow (Orang Eropa menjulukinya "Pelangi Moscow"), saking tersohornya Katerdal ini, akhirnya menjadi Landmark Kota Moscow bahkan ikon global  Negeri "Beruang Merah".

*******

3. Gerbang BRANDENBURG 
Image : www.google.com/image

Barangkali, inilah bangunan monumen yang paling sarat dengan sejarah politik suatu bangsa. Bangsa Jerman. Gerbang Brandenburg dalam bahasa Jermannya Brandenburger Tor merupakan gerbang utama Kota  Berlin, Jerman. 

Adalah Raja Prusia, Frederick William II, menginginkan dibangunnya bangunan sebagai simbol Perdamaian,  Persahabatan dan Kejayaan Bangsa Prusia (cikal bakal Bangsa Jerman). Gerbang didesain  oleh arstiek  Karl Gotthard von Langhans, diilhami oleh Propylaea (pintu gerbang masuk ke Acropolis di Athena, Yunani).  

Gerbang Brandenburg dibangun tahun 1789–1791, terdiri dari dua belas kolom Doric, enam di setiap sisi, membentuk lima pintu masuk menuju jalan raya, di atas gerbang terdapat Quadriga yang  didesain oleh Johann Gottfried Schadow. Quadriga adalah Patung Dewi Perdamaian, Eirene, sedang mengendarai kereta yang ditarik oleh 4 ekor kuda. 

Pada tahun 1806, Perancis mengalahkan Prusia, Napoleon Bonaparte membawa Quadriga ke Paris, namun pada tahun 1814, Prusia balik mengalahkan Perancis, Jenderal Ernst von Pfuel   mengembalikan Quadriga ke Berlin. Untuk menandakan kemenangan ini, nama Dewi Eirene (Perdamaian) diganti menjadi Victoria (Kemenangan), perubahan itu ditandai dengan penambahan ornament pada patung Dewi Perdamaian (memakai ikat kepala zaitun).  Pada lengannya ditambahkan sebuah tongkat besi yang diatasnya terdapat salib dalam lingkaran dan burung elang Prussia (Prussian Eagle) di atasnya. Penambahan ini dilakukan oleh designer Freidreich Schinkel.

Pada Perang Dunia ke II, Bangsa Jerman dibawah kepemimpinan Adolf Hitler dengan Partai NAZI nya, menjelma menjadi negara fasis yang amat kuat. Hitler menggunakan Gerbang ini sebagai simbol Kebesaran dan Kejayaan Negara dengan menggantungkan bendera raksasa NAZI di ke 5 pintu gerbang selama Ia berkuasa.  

Gerbang ini juga merupakan salah satu bangunan yang selamat dari kehancuran Perang Dunia II yang membuat Negara Jerman dan Kota Berlin terbelah dua, Berlin Barat (dibawah Negara Jerman Barat) dan Berlin Timur (dibawah Negara Jerman Timur). Batas pembelahan Kota Berlin tepat di Gerbang Brandenburg, pada tahun 1961 Gerbang ini ditutup dan dibangunlah Tembok Berlin dan pagar kawat berduri sepanjang perbatasan guna mencegah warga Berlin Timur melarikan diri ke Berlin Barat (tercatat 254 Orang meninggal ditempat, ditembak karena berupaya menyeberangi tembok, sedangkan ratusan lainnya ditangkap dan tak jelas nasibnya). 
  
Tahun 1963 Presiden AS. John F. Kennedy mengunjungi Gerbang Brandenburg, Uni Soviet mengibarkan spanduk raksasa disebelah timur Gerbang untuk mencegahnya melihat ke Timur. Tahun 1987 Presiden AS Ronald Reagan mengunjungi Gerbang Brandenburg dan menuntut Presiden Uni Sovyet membuka Tembok Berlin.

Pada Tanggal 22 Desember 1989, Tembok Berlin diruntuhkan, Kawat berduri disingkirkan dan Gerbang Brandenburg dibuka kembali. Kanselir Jerman Barat Helmut Kohl dan Perdana Menteri Jerman Timur Hans Modrow bertemu di Gerbang Brandenburg. Bangsa Jerman bersatu kembali, Kota Berlin pun kembali disatukan.

Sejak saat itulah banyak Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, Pemimpin Organisasi International mengunjungi Gerbang Brandenburg dan menyerukan perdamaian dan persatuan. Kini Gerbang Brandenburg telah menjelma sebagai simbol perdamaian dan persatuan. Gerbang yang sarat sejarah Bangsa yang begitu fenomenal telah menjadi Landmark Kota Berlin bahkan  menjadi ikon global Negeri  "Industri Berat".

*******

4. Menara Jam BIG BEN
Image : www.google.com/image

Ada seloroh dalam dunia parawisata yang mengatakan bahwa : Kalau Anda berkunjung ke London tanpa mengunjungi Menara Jam Big Ben, belumlah ke London, namun walaupun Anda hanya mengunjungi Menara Big Ben saja, dianggap sudah mengunjungi Kota London. Ya,  Menara Jam Big Ben memang amat identik dengan Kota London. 

Sebenarnya Jam Big Ben adalah jam biasa, namun karena posisinya sebagai standar pembagian waktu dunia (GMT), maka Menara Big Ben ini menjadi istimewa dan dikenal keseantero jagad. Menara jam yang terletak di Gedung Parlemen  di Westminster, London, Inggris Raya, pada awalnya  Menara ini dinamai Great Bell (Jam Besar) namun Orang lebih mengenalnya dengan sebutan Big Ben, sebuah nama yang merujuk pada nama kecil dari lonceng yang terletak di dalamnya.  

Menara didesain oleh Arsitek Charles Barry. dibangun di atas tanah berukuran 15 meter kali 15 meter, fondasi terbuat dari beton setebal tiga meter (9 kaki), pada kedalaman empat meter (13 kaki) di bawah permukaan. Semua sisi jam tingginya 55 meter (180 kaki) dari atas tanah. Tinggi Menara 96.3 meter (316 kaki) dan dibangun dengan gaya Gothik Victoria, bagian bawah jam terbuat dari bata yang dilapisi oleh batu, sedangkan puncak menara ditopang dengan rangka besi yang dibuat dari besi leleh (dibutuhkan waktu 25 tahun untuk membangun Big Ben,  Tahun 1834 - 1859).

Sementara Arsitektur Bangunan Jam dan Lonceng Big Ben didesain oleh Augustus Welby Pugin. Jam ini diletakan pada sebuah kerangka besi berukuran 7 meter (23 kaki), ditopang dengan 312 kepingan kaca opal, sehingga mirip seperti jendela berwarna. Seluruh loncengnya dilapisi emas. Pada bagian bawah jam, di setiap sisi jam, terdapat tulisan Domine Salvam Fac Reginam Nostram Victoriam Primam, (Oh Tuhan, lindungi Ratu Victoria yang Pertama).

Jam ini terkenal karena ketepatannya, didesain Edmund Beckett Denison, dan George Airy, Sedangkan Jamnya sendiri dibuat ini dibuat oleh Edward John Dent, yang menyelesaikannya pada tahun 1854. Namun Menara Big Ben belum selesai saat itu sampai tahun 1859.

Pada tanggal 10 Mei 1941, Jerman melancarkan Blitz Krieg (Serangan Kilat) terhadap Inggris, Jerman bermaksud meluluh-lantakkan London dengan hujan bom, Namun Menara Big Ben tetap kokoh berdiri, hanya sebuah bom menghancurkan dua dari empat muka jam dan sebagian dari atap menara dan menghancurkan ruangan dewan rakyat. Arsitek Sir Giles Gilbert Scott merancang kembali bangunan ini dan digunakan kembali pada tanggal 26 Oktober 1950. Hebatnya Jam Big Ben tetap berjalan, walaupun serangkaian serangan bom besar terus terjadi dan berlangsung sampai Blitz Krieg berakhir. Menara Big Ben tidak pernah hancur. 

Saat ini, Menara Big Ben tetap menyapa hangat setiap orang yang datang berkunjung ke kota London, ketenaran Big Ben akhirnya menjadikannya sebagai Landmarknya Kota London, bahkan menjadi ikon globalnya Negeri "Victoria". 

******

** Disarikan dari berbagai Sumber.

Tidak ada komentar:

FOLLOWER