13 Desember 2009

LANDMARK MONUMENTAL **

Banyak karya arsitektur yang indah dan fenomenal,  sehingga menjadi Landmark sebuah Kota atau Negara, bahkan menjadi warisan dunia.  Dan dibalik keindahan dan kemegahannya terkadang  terselip sepenggal sejarah atau kisah yang mendebarkan bahkan menyentuh. Inilah beberapa diantaranya.
.
5. COLOSSEUM

Orang Italia menyebut Colosseum - Il Coloseo, Le Colisee atau El Coliseo.  Sebuah karya arsitektur yang begitu kuat memancarkan citra Kota Roma, Italia. Ya, begitu identiknya Colosseum dengan Roma, sehingga bisa dipastikan bahwa setiap orang yang melihat fisual Colosseum, langsung teringat Kota Roma -  Italia. 

Colosseum adalah sebuah peninggalan bersejarah berupa gedung pertunjukan yang besar berbentuk elips yang disebut Amphitheatre, resminya Flavian Amphitheatre. Para Arkeolog berpendapat bahwa Colosseum dibangun antara tahun 70-82 Masehi, dengan mengerahkan  40.000 lebih pekerja dan budak selama 9 tahun lamanya pada masa Kaisar Vespasian, dan diselesaikan pada masa Kaisar Titus (anaknya).  

Nama Colosseum sendiri berasal dari sebuah Patung Tembaga setinggi 40 M, bernama Colossus, yang pada masa Kaisar Nero berkuasa, diset ulang sebagai Patung Kaisar Nero, namun dalam bentuk Patung Dewa Solar (Dewa matahari - sebab Nero menganggap dirinya Dewa), dengan menambahkan mahkota matahari, namun patung ini tidak bertahan lama, konon kabarnya patung ini dilebur untuk keperluan lain. 

Bangunan Colosseum sendiri berukuran cukup besar, dengan ukuran Tinggi : 48 M, Panjang  : 188 M, Lebar : 156 M dan luas seluruh bangunan sekitar 2.5 Ha. Arenanya terbuat dari kayu berukuran 86 m x 54 m, dan ditutupi pasir untuk mencegah agar darah tidak mengalir kemana-mana. Bentuk elips atau bulat gunanya untuk mencegah para pemain untuk kabur ke arah sudut serta mencegah para penonton agar tidak terlalu dekat dengan arena pertunjukan. Colosseum dirancang untuk kapasitas : 50.000 Orang penonton. 

Colosseum dikatakan sebagai stadium yang spektakuler dikarenakan oleh bentuk dan struktur dari Colosseum itu. Sampai sekarang pun, Colosseum masih dikatakan sebagai stadium yang hebat dan spektakuler. Tempat duduk di Colosseum dibagi menjadi tingkatan-tingkatan yang berbeda berdasarkan status sosial dalam masyarakat Romawi. 

Podium utama terletak dibagian Utara dan Selatan untuk Kaisar dan Keluarganya, yang dilengkapi tempat istirahat. Kemudian pada tingkat yang sama dengan platform yang lebih luas merupakan podium khusus untuk para Senator Roma, yang boleh membawa kursi sendiri (hingga kini beberapa nama Senator masih dapat dilihat dari ukiran pada batu yang menjadi tempat duduknya). .

Pada tingkat berikutnya disebut Maenianum Primum, yang dikhususkan untuk para Bangsawan Roma, selanjutnya pada tingkat ketiga adalah Maenianum Secundum yang dibagi-bagi lagi menjadi tiga bagian. Bagian paling bawah, Immum digunakan untuk para Orang kaya, di bagian atasnya lagi Summum  digunakan untuk Rakyat jelata. Dan yang terakhir, di bagian kayu Maenianum Secundum in legneis digunakan untuk para Wanita rendahan

Colosseum digunakan sebagai tempat penyelenggaraan sebuah pertunjukan yang spektakuler nan mengerikan, yaitu : 
  1. Munera - Pertarungan antar Gladiator, 
  2. Gladiator - Pertarungan antar Tahanan dengan binatang, 
  3. Venetaiones - Pertarungan antar binatang, dan 
  4. Noxii – Eksekusi mati para Tahanan. 
Dio Cassius ( seorang pakar Sejarah ) mengtakan bahwa pada Tahun 80 Masehi, Kaisar Titus meresmikan dan merayakan penggunaan Colloseum selama 100 hari, tidak kurang dari : 9. 000 hewan buas mati terbunuh. Selanjutnya Colosseum dipergunakan selama ratusan tahun, tak terhitung jumlah jiwa manusia dan hewan buas yang melayang di arena, sebuah tempat pertunjukan yang betul-betul mengerikan dalam sejarah umat manusia.  

Setelah Kekristenan menyebar di Roma,  pertunjukan tak beradab ini dihentikan, bahkan sebuah Gereja dibangun didekatnya.  Akhirnya Colosseum yang dulunya merupakan lambang kematian yang mengerikan kini telah berubah menjadi simbol kehidupan.  Saat ini Colosseum digunakan Orang sebagai tempat untuk melakukan demo menentang hukuman mati diseluruh dunia, kisahnya diawali pada tahun 1948, ketika Italia menghapuskan hukuman mati dalam negeri.  Pada malam hari Colosseum diterangi lilin dan lampu neon berwarna kuning, sehingga Colosseum memancarkan sinar keemasan sebagai seruan kepada dunia internasional, agar  menghapuskan hukuman mati dari muka bumi ini.  

*******

6. Patung LADY LIBERTY


Patung Lady Liberty adalah sebuah karya monumental seni pahat yang melambangkan kebebasan bagi seluruh dunia. Nama patung ini sebenarnya adalah "Liberty Enlightening the World" ( Liberty yang menyinari dunia ). 

Patung ini digambarkan sebagai seorang wanita yang membebaskan diri dari belenggu tirani.  Tangan kanannya memegang sebuah obor dengan api yang menyala, melambangkan kebebasan. Sementara tangan kirinya memegang sebuah buku dengan tulisan "July 4, 1776" (dengan angka Romawi), hari kemerdekaan Amerika Serikat (USA).  Dia mengenakan jubah yang menjuntai dan 7 bayangan dari paku besar pada mahkotanya melambangkan 7 samudra dan benua.

Bagian luar patung terbuat dari plat tembaga, sementara  bagian dalamnya diisi oleh rangka baja, Patung di desain oleh Pemahat Perancis, Frederic Auguste Bartholdi, sedangkan rangka baja oleh Gustave Eiffel (Perancang Menara Eiffel–Paris).  Liberty pertamakali kali dibangun dan disusun di Prancis pada tahun 1874. 

Alas patung didesain menggunakan beton dan granit oleh arsitek Amerika, Richard Morris Hunt. Sebuah dinding berbentuk bintang mengelilingi alas setinggi 47-m (154-ft) ini. Dinding ini adalah bagian dari Fort Wood, tembok yang di bangun awal abad 19 untuk mempertahankan kota New York selama berlangsungnya perang 1812 (1812-1815).

Patung Dewi Kemerdekaan yang dipersembahkan oleh Rakyat Perancis kepada Rakyat Amerika Serikat sebagai hadiah ulang tahun kemerdekaan Amerika Serikat yang ke-100. Setelah selesai dibuat di Perancis, patung tersebut dibongkar, dan dikemas dalam 200 muatan besar untuk dikirim ke Amerika Serikat. Liberty selanjutnya disusun kembali di Bedloe’s Island di mulut pelabuhan Kota New York.

Sedemikian lama proses penyusunan ini, hingga patung Liberty baru bisa diresmikan pada tanggal 28 Oktober 1886, sepuluh tahun setelah HUT kemerdekaan Amerika yang ke-100. Dengan tinggi 46 meter dan berat 204 ton, Patung Liberty berdiri diatas landasan setinggi 46 meter.  

Karena begitu populernya sang Dewi Liberty ini,  akhirnya menjadi Landmark Kota New York bahkan ikon Negeri "Paman Sam".   Hingga saat ini Dewi Liberty  berdiri dengan anggun dimulut Kota New York  menyambut setiap orang yang datang berkunjung. 

*******
7. Menara EIFFEL

Nama resmi menara ini adalah La Tour Eiffel merupakan sebuah menara besi yang di bangun di Champ de Mars di tepi Sungai Seine di Paris.  Menara ini merupakan salah satu struktur bangunan terkenal di dunia, dirancang dan dibangun oleh Gustave Eiffel dibantu oleh rekan2nya Maurice Koechlin, Emile Nouguier dan Stephen Sauvestre.

Semula Gustave Eiffel berencana membangun menara ini di Barcelona, Spanyol, untuk Pameran Universal 1888, akan tetapi para pihak yang bertanggung jawab di Balai Kota Barcelona menganggapnya aneh dan mahal, serta tidak cocok dengan kota. Setelah penolakan Barcelona, Eiffel mengirim drafnya kepada pihak yang bertanggung jawab untuk Pameran Universal di Paris, draft ini disetujui dan dibangun setahun kemudian, yaitu pada tahun 1889 dalam rangka Pekan Pameran Dunia dan Perayaan Revolusi Perancis,  dan diresmikan pada tanggal 31 Maret 1889. 

Menara Eiffel diberi izin berdiri hanya selama 20 tahun, yang berarti harus dibongkar pada tahun 1909. Ketika diserahkan kekepemilikannya pada Kota Paris,  Pemerintah Kota berencana meruntuhkannya,  akan tetapi setelah Angkatan Bersenjata Perancis berhasil melakukan percobaan transmisi radio dari menara ini dan terbukti mendatangkan keuntungan dari segi komunikasi, menara ini dibiarkan berdiri walaupun izinnya telah berakhir bahkan kadaluwarsa. 

Saat ini menara masih tetap dimiliki oleh Pemerintah kota Paris dan dikelola oleh Perusahaan Swasta Société Nouvelle de L’Exploitation de la Tour Eiffel.  Kerangka besi ini direnovasi setiap 7 tahun sekali dan kini berbagai perusahaan televisi Perancis memasang antena mereka di puncak Menara Eiffel. Tak pelak lagi Eiffel kemudian menjadi Landmark Kota Paris, bahkan ikon Negeri "Mode".

*******
8. Patung CRISTO REDENTOR

Patung CRISTO REDENTOR  (Kristus Sang Penebus) di Rio De Janeiro adalah karya pematung Perancis  Paul Landowski (dibantu rekannya dari Brazil Heitor da Silva Costa dan Albert Caquot) yang diresmikan pada tanggal 12 Oktober 1931 sebagai peringatan kemerdekaan Brasil dari Portugal. 

Struktur patung dibuat dari beton bertulang rancangan Albert Caquot. Beton bertulang dianggap lebih sesuai untuk patung berbentuk salib dibandingkan struktur dari besi. Sementara untuk lapisan luar dipilih dari bahan soapstone (jenis batu halus yang kuat, jika dipegang terasa bagaikan sabun) karena tahan lama dan pengerjaannya mudah. 

Gagasan mendirikan patung besar di puncak Corcovado pertama kali diajukan pada pertengahan 1850-an. Saat itu, Imam Katolik Pedro Maria Boss meminta Putri Isabel mendanai pembangunan sebuah monumen keagamaan berukuran besar. Putri Isabel tidak terlalu tertarik pada gagasan tersebut. 

Proposal kedua pendirian patung Landmark di puncak gunung diajukan pada 1921 oleh Perkumpulan Katolik Rio. Perkumpulan ini mengadakan acara Semana de Monumento (Pekan Monumen) untuk mengumpulkan dana sumbangan dan tanda tangan dukungan pendirian patung. Sebagian besar sumbangan berasal dari umat Katolik Brazil.

Pembangunan patung Kristus Sang Penebus memerlukan waktu pengerjaan hingga sembilan (9) tahun, dari 1922 sampai dengan 1931.  Monumen tersebut diresmikan pada 12 Oktober 1931 dan hingga kini Patung CRISTO REDENTOR telah menjadi Landmark Kota Rio de Janeiro bahkan ikon Negeri "Samba". 

*******
9. Tugu MONAS

Tugu ini resminya bernama Tugu Monumen Nasional, namun Masyarakat lebih mengenalnya dengan "Tugu Monas" (singkatan Monumen Nasional) sebuah Tugu monumen setinggi 132 M sebagai peringatan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

Setelah pusat pemerintahan Republik Indonesia kembali ke Jakarta setelah sebelumnya berkedudukan di Yogyakarta pada tahun 1950 menyusul pengakuan kedaulatan Republik Indonesia oleh pemerintah Belanda pada tahun 1949, Presiden Sukarno mulai memikirkan pembangunan sebuah monumen nasional yang setara dengan Menara Eiffel di lapangan tepat di depan Istana Merdeka.

Tugu yang didesain, dirancang dan dibangun oleh : Frederick Silaban, RM. Soedarsono dan Rooseno. Mulai dibangun pada tanggal 17 agustus 1961 dan diresmikan pada tanggal 12 Juli 1975.  Rancang bangun Tugu Monas berdasarkan pada konsep pasangan universal yang abadi :  Lingga - Yoni. 

Tugu obelisk yang menjulang tinggi adalah Lingga yang melambangkan elemen maskulin yang bersifat aktif, positif, serta siang hari. Sementara pelataran Cawan landasan obelisk adalah Yoni yang melambangkan elemen feminin yang pasif, negatif, serta malam hari, sebuah harmoni yang saling melengkapi. Selain itu bentuk Tugu Monas juga dapat ditafsirkan sebagai pasangan "Alu" dan "Lesung", alat penumbuk padi tradisional petani Indonesia. Dengan demikian rancang bangun Monas penuh dimensi khas budaya bangsa Indonesia. 

Tugu Monumen ini dilapisi dengan marmer Italia. Di puncak Monas terdapat Cawan perunggu yang beratnya mencapai 14,5 Ton  yang menopang Lidah Api perunggu berlapis emas 35 Kg. Lidah  "Api Nan Tak Kunjung Padam" yang bermakna semangat yang menyala-nyala tidak pernah padam sepanjang masa.  Awalnya nyala api perunggu ini dilapisi emas seberat 35 Kg, namun untuk menyambut perayaan setengah abad (50 tahun) kemerdekaan Indonesia pada tahun 1995, dilapis ulang dengan emas, sehingga mencapai berat 50 Kg. 

Pada bagian bawah Tugu, Bangunan Yoni berupa Cawan dasar terdapat konsep 17 – 8 – 1945 ( Hari kemerdekaan Indonesia ), Tinggi Cawan dari tanah : 17 M, didalamnya terdapat Museum sejarah bangsa setinggi : 8 M, dan Luas Pelataran Cawan : 45 M kali 45 M bujur sangkar. 

Dibagian Utara Tugu terdapat Taman dan Kolam serta patung Pangeran Diponegoro yang sedang menunggang kudanya yang terbuat dari perunggu seberat 8 ton. Patung itu dibuat oleh pemahat Italia, Prof. Coberlato sebagai sumbangan untuk Bangsa Indonesia. 

Dibalik kemilau Api Emas seberat 50 Kg, tersimpan kisah yang menyentuh. Konon dari 38 Kg Emas (berat awal, sebelum ditambah pada tahun 1995), 28 Kg berasal dari sumbangan pribadi Teuku Markam,  Seorang Saudagar Aceh, yang kemudian pada masa Orde Baru dituduh terlibat PKI, Korupsi dan Soekarnoisme,  tuduhan inilah yang kemudian mengantarkannya ke balik jeruji besi penjara pada tahun 1966 tanpa melalui proses pengadilan. Dibebaskan pada tahun 1974, dan meninggal dunia tahun 1985. Namun sampai akhir hayatnya, Pemerintah tidak pernah merehabilitasi namanya.

Saat ini Tugu Monas berdiri dengan megah menyambut setiap orang yang datang berkunjung ke Jakarta, Tugu monas kini telah menjadi Landmark Kota Jakarta bahkan ikon Negeri "Zamrud Khatulistiwa". 

*******


** Disarikan dari berbagai Sumber.

Tidak ada komentar:

FOLLOWER