27 Desember 2009

NASIONALISME


INDONESIANA**
.

Nama Indonesia.
Secara Etimologis, kata Indonesia berasal dari kata Indus dan Nesos, Indus (Latin) berarti India, sedangkan Nesos (Yunani) berarti Pulau/Kepulauan. Jadi Indusnesos berarti Kepulauan India. Adalah George Windsor Earl (Etnolog Inggris) orang yang pertama kali (pada tahun 1850) menggunakan istilah Indunesians dalam tulisannya, yang berarti Orang–orang yang tinggal di kepulauan India. Earl memparalelkan istilah ini dengan istilah Malayunesians, Orang–orang yang tinggal di kepulauan Malaya.

Selanjutnya James Richardson Logan memakai istilah Indonesia (mengadopsi Indunesia nya G.W. Earl) dalam berbagai tulisannya, yang kemudian diikuti oleh banyak ilmuwan Belanda. Memasuki abad XIX, Adolf Bastian (Etnolog Jerman) memasukkan signifikasi politik, sehingga Indonesia bermakna sebagai identitas bangsa. 

Kemudian pada tahun 1913 Suwardi Suryaningrat memakai kata Indonesia  ketika mendirikan Biro Pers Indonesia di Belanda. Pada tahun 1928 para Pemuda melaksanakan kongres yang menghasilkan Sumpah Pemuda yang mengukuhkan Indonesia sebagai identitas kebangsaan. Dan puncak pengukuhan Indonesia sebagai sebuah entitas Bangsa dan Negara  adalah pada : Tanggal 17 Agustus 1945, ketika Soekarno – Hatta memproklamirkan kemerdekaan Bangsa dan Negara Indonesia. 


*****


Burung Garuda.
Burung Garuda yang dipakai sebagai lambang negara diilhami mitologi Hindu. Banyak Candi di Jawa dan Bali yang berisi relief dan arca yang menggambarkan keperkasaan Burung Garuda, antara lain melalui episode Ramayana, atau Arca yang yang menggambarkan Dewa Whisnu sedang mengendarai burung Garuda. 

Sultan Hamid II (Sultan dari Pontianak) adalah orang yang mendisain Burung Garuda sebagai Lambang Negara RI. Disain awal ini kemudian disempurnakan berdasarkan saran dari berbagai pihak, unsur–unsur kemerdekaan seperti : Semboyan dan Tanggal 17 Agustus 1945 dimasukkan kedalam rancangan seperti :  

Bulu Sayap sejumlah 17 helai - melambangkan tanggal 17. Bulu Ekor sejumlah 8 helai – melambangkan bulan Agustus. Dan Bulu Leher sejumlah 45 helai – melambangkan tahun 1945. Pada Dada terdapat Tameng/perisai yang melambangkan Pertahanan, dan didalamnya terdapat 5 Gambar : 1. Bintang, 2. Rantai Emas, 3. Pohon Beringin, 4. Kepala Banteng, 5. Seuntai Bulir Padi dan Kapas, semua ini melambangkan Sila–sila Pancasila. Sementara pada bagian Kaki, tercengkram Pita yang bertuliskan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika.  

Setelah rancangan akhir disetujui, maka pada tanggal 11 Februari 1950, Garuda Pancasila akhirnya disahkan sebagai lambang Negara melalui Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat. 


*****


Pancasila.
Istilah Pancasila berasal dari Bahasa Sangsekerta, Panca berarti "Lima" sedangkan Sila berarti “Azas”. Jadi Pancasila berarti Lima Azas. Inilah yang menjadi Falsafah/Ideologi negara RI.  

Adalah BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha–Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, yang keanggotaannya antara lain terdiri dari : Muhammad Yamin dan Bung Karno) yang berhasil merumuskan substansi Lima Azas yang kemudian disempurnakan kembali dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak, termasuk usaha Bung Hatta melobi para Kaum Ulama dan Nasionalis, sehingga tersusunlah rumusan akhir yang   terdiri : 1. Ketuhanan Yang Maha Esa, 2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, 3. Persatuan Indonesia, 4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmah Kebijaksanaan Dalam Permusywaratan/Perwakilan, 5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, sebagai dasar falsafah negara, sementara istilah Pancasila sendiri berasal dari ide Bung Karno. Rumusan akhir Pancasila kemudian dimuat dalam Pembukaan UUD – 1945. 


*****



Bhinneka Tunggal Ika.
Semboyan Bhinneka Tunggal Ika (bahasa Sangsekerta), berasal dari Kitab Sutasoma karya Mpu Tantular (Pujangga Kerajaan Majapahit abad ke XIV). Bhinneka berarti "Beraneka atau Berbeda-beda",  Tunggal berarti ”Satu” dan Ika berarti “Itu”.  Jadi Bhinneka Tunggal Ika bermakna Walaupun berbeda – beda namun tetap satu. Mpu Tantular menggambarkan kerukunan hidup yang terjadi antar ummat Hindu Siwa dan Budha dalam Kerajaan Majapahit. Semboyan inilah yang diadopsi untuk menggambarkan kesatuan Bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam Suku, Agama, Kepercayaan, Adat, Ras, Budaya dan Bahasa (lihat, terdapat  kesamaan dengan Negara USA, yang juga menggunakan semboyan yang sama namun dalam Bahasa Latin, E Pluribus Unum). 


*****


Bendera Merah Putih.
Warna merah-putih sebagai bendera, sejak dulu telah dikenal secara meluas dihampir seluruh Kerajaan-kerajaan di Nusantara, seperti Kerajaan Kediri, Sriwijaya, Majapahit, dan Bugis/Bone, mereka menggunakan Panji-panji warna merah-putih sebagai lambang kebesaran dan kejayaan Kerajaan. Demikian pula halnya dengan, Raja Sisingamangaraja I - XII, menggunakan bendera warna merah-putih dengan gambar pedang kembar ditengahnya, Para Pejuang Aceh pun menggunakan bendera perang berupa umbul-umbul dengan warna merah-putih, dengan gambar pedang, bulan sabit, matahari, dan bintang serta beberapa ayat suci Al Quran.

Memasuki abad ke XX, pergerakan perjuangan kemerdekaanpun menggunakan warna merah-putih sebagai simbol identitas. Pada tahun 1922 di Yogyakarta berdiri Perguruan Taman Siswa yang dipimpin oleh Suwardi Suryaningrat, mengibarkan bendera merah-putih, demikian juga halnya para Mahasiswa di Belanda, mereka mengibarkan bendera merah-putih yang ditengahnya bergambar kepala kerbau. Kemudian pada tahun 1927, Ir. Soekarno mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) dan mengibarkan bendera merah-putih dengan gambar banteng. 

Selanjutnya pada tahun 1928, para Pemuda melaksanakan kongres yang melahirkan Sumpah Pemuda, dalam kongres ini para Pemuda mengenakan pita merah-putih sebagai identitas kebangsaan, dan puncaknya adalah pada tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno - Hatta memproklamirkan kemedekaan Republik Indonesia sekaligus dengan pengibaran Bendera Merah - Putih, yang kemudian disahkan sebagai Bendera Pusaka dengan nama Sang Saka Merah - Putih (Bendera ini dijahit tangan oleh Ibu Fatmawati Soekarno).

*****



Rupiah.
Asal usul istilah Rupiah yang dipakai sebagai mata uang Indonesia (IDR, Kode Internationalnya) terdapat beberapa versi. Versi pertama menjelaskan bahwa istilah Rupiah berasal dari istilah Rupee, mata uang India. Sedangkan versi lain menjelaskan bahwa Rupiah berasal dari istilah Sangsekerta, Ru - Pya yang berarti “perak” (dalam bahasa Mongolia pun, Rupia berarti perak) itulah sebabnya kebanyakan masyarakat sejak dahulu hingga saat ini lebih sering mengucapkan kata perak daripada rupiah untuk menyatakan sejumlah uang, Contoh : Seratus perak, Lima perak, Sepuluh perak dan seterusnya.

Namun secara historis, mungkin versi pertamalah yang paling mendekati kebenaran, sebab sejak zaman dulu telah terjadi hubungan dagang antara Kerajaan–kerajaan Nusantara dengan para Pedagang Gujarat dari India, sehingga masyarakat menyerap istilah Rupee dan melafalkannya dalam dialek lokal menjadi Rupiah (terbukti banyak istilah Sanskrit yang kemudian diadopsi menjadi istilah lokal, malahan huruf Palawa dianggap menjadi dasar beberapa alfabet lokal Indonesia). 

Mata uang Rupiah secara resmi diperkenalkan pertama kali pada waktu Pendudukan Jepang sewaktu Perang Dunia ke-II, dengan nama Rupiah Hindia Belanda. Setelah berakhirnya perang, Javanese Bank (cikal bakal Bank Indonesia) memperkenalkan mata uang Rupiah Jawa sebagai pengganti. Sejak 2 November 1949, empat tahun setelah merdeka, Indonesia menetapkan Rupiah sebagai mata uang kebangsaannya yang baru.



*******
.
** Disarikan dari berbagai Sumber.

Tidak ada komentar:

FOLLOWER