26 Desember 2009

THE LONG AND WINDING ROAD **

Sobat !, kesuksesan tidak diraih dengan mudah-semudah membalik telapak tangan, melainkan melalui "jalan panjang nan berliku", sebagaimana kisah mereka dibawah ini :



Bagaimana perasaanmu bila suatu saat, Kamu dipecat alias di PHK oleh Perusahaan yang telah Kamu besarkan dengan susah payah hingga sukses ?. Hancur berkeping-keping ?, atau sebaliknya, tertantang untuk  ”balas dendam”  atas kejadian ini !. 

Peristiwa seperti inilah yang  justru membuat APPLE  Inc. menjadi gurita raksasa dibidang gadget elektronik.  Adalah Steve Jobs (24 Februari 1955), orang yang telah menyulap Apple menjadi raksasa elektronik seperti saat ini. Perjuangannya membesarkan Apple melalui  jalan panjang nan berliku bahkan menyakitkan.   Joanne, ibu kandung Steve (mengandung karena kecelakaan) menyerahkan Steve kecil kepada keluarga sederhana, Paul dan Clara Jobs untuk diadopsi, dan selanjutnya Steve tumbuh dalam kasih sayang orang tua angkatnya. Sejak kecil Steve sudah menunjukkan minat pada piranti elektronika, bahkan pada suatu waktu Steve kecil nekat menelpon William Hewlett (Presiden Hewlett Packard) untuk meminta beberapa komponen elektronik untuk tugas sekolah (hal itu justru membuatnya ditawari bekerja sambilan selama libur musim panas). 

Di sekolah Steve termasuk anak yang ber IQ tinggi, sehingga Ia sering ikut kelas percepatan (lompat kelas) akan tetapi Iapun sering mendapat skors karena ulah nakalnya yang sering membuat gaduh seperti meledakkan mercon dan melepas ular dalam kelas. 

Di usianya yang ke-17 tahun, Ia kuliah di Reed College, Portland, Oregon, namun, ia drop out setelah satu semester (Steve merasa tak tega, orang tua angkatnya yang hidup sederhana telah menghabiskan banyak uang untuk membiayai kuliahnya), meski begitu, Ia tetap mengikuti kursus kelas Grafitti di universitas tersebut, karena pada dasarnya Ia amat mencintai keindahan dan kesederhanaan (kelak  terbukti dalam setiap desain produk Apple). 



Selama mengikuti kursus grafitti, Steve harus berjuang hidup, saking susahnya, untuk tidurpun Steve harus pinter-pinter merayu temannya agar bisa diizinkan nebeng tidur dikamar kost. Untuk makan sehari-hari Steve rajin memulung botol coca-cola dan menjualnya seharga 5 Sen/botol. Dan setiap minggu malam rajin mengunjungi Biara Hare Krisnha dengan berjalan kaki sejauh 7 mil hanya untuk mendapatkan makanan enak dan gratis pula.    

Tahun 1974 ia kembali ke California, Ia bekerja di Perusahaan Game Atari. Di Atari Steve berjumpa kembali dengan Steve Wozniak (yang dulu bekerja di Hewlett-Packard, tempat Steve pernah kerja sambilan saat libur sekolah). Suatu ketika, Steve Jobs tertarik pada komputer desain Wozniak, Ia pun membujuk Wozniak untuk mendirikan perusahaan komputer. Dan sejak itulah, tepatnya 1 April 1976, di usinya yang ke-21, Jobs dan Wozniak mendirikan Apple Computer. 




Apple dirintis dari dalam garasi rumah orang tua Steve, bekerja keras dalam 10 tahun, mereka berhasil meluncurkan produk terbaik kala itu Mac-intosh (komputer pertama yang bertipografi cantik–belakangan banyak yang mengekor produk ini), Apple telah berkembang dari hanya 2 Orang menjadi perusahaan berasset $ 2 milyar dengan 4000 karyawan. 

Seiring pertumbuhan Apple, banyak tenaga ahli dan profesional yang direkrut guna membesarkan Apple, dalam satu tahun pertama, semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi mengenai masa depan Apple, perbedaan itu tak dapat disatukan, Dewan Direksi dan Komisaris menganggap Steve terlalu ambisius dengan ide-idenya, tepat pada Usia 30 Tahun, Steve ditendang keluar dari Apple. 

Dengan hati hancur Steve menjadi limbung, Ia berniat meninggalkan lembah silikon untuk selamanya, dalam keterpurukannya Steve bertemu dengan sahabat lamanya  David Packard dan Bob Noyce yang memberinya semangat untuk berjuang kembali. Karena kecintaannya pada pekerjaannya dan dorongan keluarga yang dicintainya, perlahan semangatnya muncul kembali. 



Dalam waktu 5 tahun berikutnya Steve kembali memulai dari awal, Ia mendirikan perusahaan computer NeXT. Berkat kerja keras, NeXT berhasil berkembang bahkan membeli perusahaan Film Animasi PIXAR. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia.

Dari kedua perusahaan itulah namanya kembali berkibar. Hal ini bertolak belakang dengan apa yang terjadi pada Apple. Perusahaan itu justru di ambang kebangkrutan. Saat itulah, Steve kembali ke Apple hasil dari akuisisi Apple terhadap NeXT, dan teknologi yang telah dikembangkan di NeXT selanjutnya menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple ditangan Steve. 

Banyak orang yang meramalkan bahwa Steve takkan lagi mampu mengangkat Apple. Steve menanggapinya dengan dingin sambil berkata dengan kecintaan pada pekerjaan disertai kerja keras pasti akan berbuah. Dan hasilnya luar biasa beragam produk Apple seperti : iPad, iPhone, iPod, iTunes, Mac Book dan lainnya, menjadi leading dalam pasar.


 


Kecintaan pada pekerjaan, keserhanaan dan keindahan telah membuat Steve sukses mengorbitkan kembali APPLE pada jajaran elit produsen gadget teknologi papan atas yang sangat laris dipasaran karena bentuknya  yang Indah, Elegan, Sederhana namun powerfull dan friendly used, telah menjadi ciri has Apple hingga saat ini.  


*******


Kegagalan merupakan hantu yang paling ditakuti dalam setiap kegiatan usaha. Tak sedikit orang mengalami kehancuran akibat kegagalan. Namun tahukah kamu, jika kegagalan merupakan energi positif bagi Carney bersaudara ( Dan & Frank). Yah, melalui kegagalan demi kegagalanlah  Dan Carney dan Frank Carney berhasil membesarkan PIZZA HUT hingga mendunia.


Dan dan Frank Carney memulai usaha menjajakan Pizza dari toko milik keluarganya.  Sasaran mereka saat itu adalah memperoleh uang guna membayar biaya sekolah mereka. Pada tahun 1958 mereka memperoleh modal pinjaman uang dari Ibu mereka sejumlah US $.600, sebagaian dari bermodal itu dipakai untuk membeli beberapa peralatan seken (barang bekas) yang diperlukan. Sisanya dipakai untuk menyewa sebuah kedai kecil guna menjajakan Pizza mereka, tanggal 15 Juni 1958 berdirilah restoran Pizza pertama Carney bersaudara di Wichita, Kansas.
  
Untuk menarik minat pembeli, mereka membagikan Pizza gratis pada malam perdana kepada sejumlah orang yang mampir. Ratusan orang berjubel antri untuk mendapatkan Pizza gratisan. Dan hasilnya, luar biasa ..... semuanya menggerutu dan komplain bahwa Pizzanya tak sesuai selera. 


Dan Carney

Carney bersaudara lantas belajar dari kegagalan pertama, mereka langsung berbenah diri untuk menyesuaikan Pizza mereka dengan selera pasar, sehingga pelan tapi pasti Pizza mereka akhirnya diterima oleh pasar. Dalam perkembangan selanjutnya, produksi mereka merosot tajam. Seiring dengan berjalannya waktu, restoran ini tergilas oleh ketatnya persaingan. Pangsa pasar pun semakin melemah (bahkan ketika mereka ekspansi ke Oklahoma dan New York, hasilnya nihil. Kerugian yang mereka tanggung luar biasa besar) 


Frank Carney

Namun Carney bersaudara tidak berputus asa, keadaan ini justru membuat mereka terpacu untuk mempelajari kekurangan-kekurangan yang menyebabkan bisnisnya pailit. Mereka mulai memperkenalkan jenis Pizza yang lebih baik. Dalam waktu yang sangat singkat, Dan dan Frank memperkenalkan jenis Pizza yang lebih tebal dengan bagian luarnya agak keras. Dari sisi dekorasi, ruangan berukuran sempit yang hanya memuat 25 kursi ini, disulap menjadi restoran yang menjanjikan kenyamanan.

Salah satu dekorasi yang mereka rombak adalah soal nama restoran mereka. Mereka mulai menempalkan papan nama diluar restoran, karena ukuran papan yang dipakai sempit, sehingga hanya bisa memuat 9 huruf. PIZZA adalah kata pertama yang tertempel pada papan nama itu, masih ada ruang empat huruf di belakangnya. Mereka bingung untuk mencari kata yang tepat di belakang PIZZA. Pada saat itulah, seorang anggota keluarganya datang dan mengusulkan kata HUT (yang berarti kedai) diletakkan tepat di belakangnya, Sehingga nama restoran itu menjadi PIZZA HUT.



Dari sinilah mereka mulai bangkit dengan semangat baru. Berkat kegigihannya setelah mengalami kegagalan, jumlah pelanggan meningkat drastis. Publik pun mengacungi jempol atas kesuksesannya bangkit dari keterpurukan. Ketika toko-toko Pizza lainnya mulai menggerogoti pangsa pasarnya, Frank menanggapinya dengan memperkenalkan menu baru “Pizza ala Chicago” dan sukses pula. Seiring dengan meningkatnya kepercayaan publik, Pizza Hut terus melakukan upaya-upaya peningkatan pelayanan, diantaranya dengan menambah layanan Home Delivery. Dengan harapan, masyarakat tetap bisa menikmati Pizza Hut tanpa harus bersusah payah ke luar rumah.




Kini Pizza Hut menjadi salah satu restoran terbesar dan terkenal di dunia, setelah melalui jalan panjang nan berliku. Di AS sendiri Pizza Hut tersebar merata di 7.200 lebih unit. Dan di 90 negara ada sebanyak 12 ribu gerai Pizza Hut dengan jumlah karyawan sebanyak 300 ribu orang. Dalam setahun ada sekitar 4,2 miliar pembelian pizza. Dalam hitungan minggu, ada sebanyak 11,5 juta pembelian pizza dengan puncak pembelian jatuh pada hari-hari Jumat dan sabtu. Dan inilah pesan emas Carney bersaudara kepada para Stafnya :
”Pizza Hut sukses karena kegagalan. Maka ketika kegagalan terjadi, mampukah kita menyulapnya menjadi energi yang kuat untuk mendorong kita mencapai kesuksesan. Untuk meraih kemenangan, kita harus belajar kalah”.




*******


** Disarikan dari berbagai Sumber.

Tidak ada komentar:

FOLLOWER