10 Juli 2012

DEWI YUSTISIA


DEWI YUSTISIA
DEWI KEADILAN** 

Dewi Yustisia (Lady Iustitia - Dewi keadilan Romawi) itulah sosok yang amat akrab dengan Aparatur Lembaga Penegak Hukum di dunia, termasuk Indonesia. Mulai dari lingkungan Peradilan, Kejaksaan, Kepolisian dan Advokat. Dewi Keadilan dipersonifikasikan sebagai seorang : Dewi cantik dengan mata tertutup kain, sebelah tangan menggenggam pedang bermata dua, sementara tangan satunya memegang neraca keadilan.

DEWI YUSTISIA

Konon ini adalah gambaran moral hukum yang berupaya untuk menciptakan keadilan dimuka bumi. Neraca keadilan menggambarkan pertimbangan atas Tuntutan dan Pembelaan. Pedang tajam bermata dua melambangkan kekuatan untuk memutuskan keadilan tanpa keraguan bagi semua pihak. Mata tertutup dimaksudkan sebagai indikasi bahwa keadilan harus diberikan secara objektif tanpa pandang bulu (Blind Justice & Equality).

DEWA-DEWI YUNANI

Paralel dengan pandangan Romawi, dalam pandangan Yunani kunopun terdapat kisah tentang Dewi Keadilan, Themis, yang berarti Hukum Alam, Ia adalah Tubuh dari Aturan, Hukum dan Adat. Siapa sebenarnya Themis ?, dalam legenda Yunani, sebagaimana dikisahkan oleh Filsuf Homer : Themis adalah anak Ouranos (Dewa Langit) dan Gaea (Dewi Bumi). Themis tak sendiri, Dia 12 bersaudara, antara lain : Cronus (Penguasa Bumi), Promotheus (Pencipta Mahluk hidup), Oceanus (Dewa Sungai). Keluarga ini disebut sebagai para sesepuh dewa, karena mereka adalah kelompok dewa-dewa yang pertama.

Dewa Cronus lah yang semula menjadi penguasa tunggal dunia. Suatu ketika Cronus dikudeta oleh putranya sendiri, Zeus, yang dibantu oleh 2 Pamannya (Promotheus dan Oceanus). Setelah berhasil, Zeus kemudian bertahta di gunung Olympus. Dewa ini ternyata memiliki temperamen tinggi. Tak jarang amarah Zeus memuncak, Dia sering melemparkan kilat kala tengah emosi. Sasarannya adalah makhluk yang membuatnya kesal.

ZEUS

Bukan itu saja. Dia juga gemar berpoligami. Dewi yang dikawininya tak cuma satu. Selain Hera, dia juga memperistri Demeter, Semele dan Metis. Metis adalah ibu kandung Pallas Athena. 4 istri tak juga memuaskan birahinya. Zeus juga mengawini beberapa putri manusia. Sebut saja nama Danae, Alkmene dan lainnya. Buah perkawinannya dengan Alkmene inilah yang melahirkan Hercules.

Selanjutnya Zeus pun menikahi Themis (yang nota bene tantenya sendiri) karena jatuh hati, entah karena parasnya yang cantik atau bodynya yang aduhai syur, entah pula karena hati Themis yang dinilai bersih. Hasil perkawinan ini melahirkan : Eunomia (Dewi Kerajaan yang baik), Dike (Dewi Keadilan), dan Irene (Dewi Perdamaian).

Sebenarnya banyak kalangan yang keberatan dan protes dengan status Themis sebagai ikon Keadilan, mengapa ?, karena sepanjang karirnya sebagai Dewi tak pernah ada Epos yang mengisahkan tindakannya yang berhubungan dengan keadilan, ironisnya lagi semasa hidupnya gejolak kerap terjadi, namun Themis tetap acuh beibeh dengan semua ketidakadilan yang terjadi didepan hidung dan matanya.


Themis tentu menyaksikan sendiri kudeta yang dibuat Zeus. tapi mengapa Themis tak berperan ?, setidaknya bila proses perebutan kekuasaan itu berlangsung, harusnya pedang Themis siap memberantas kebatilan, namun justru Themis cuek-bebek. Demikian pula ketika Ia dipersunting Zeus, Ia pasrah saja tak ada rasa malu maupun bersalah, bahkan ketika Zeus memadunya Ia diam seribu bahasa, tak ada rasa cemburu atau berontak. Themis tak bersuara memperjuangkan haknya. Themis pun tetap pasrah melihat Zeus membabat habis banyak wanita, baik Dewi maupun Manusia. Themis bukanlah sosok pejuang bagi tegaknya keadilan.

Jikalau memang demikian, lantas mengapa Themis tetap menjadi ikon keadilan ?, barangkali satu-satunya alasan ialah karena ; Themis adalah ibu yang melahirkan para Dewi yang berjuang dalam Dunia Kebaikan (Dewi Eunomia), Keadilan (Dewi Dike) dan Perdamaian (Dewi Irene), serta peran Themis di alam maut. Themis lah yang menimbang nasib seseorang, apakah Orang itu pantasnya masuk kedalam Hades (neraka) atau Heaven (surga).

Wah ……………




*****

** Disarikan dari berbagai Sumber.

Tidak ada komentar:

FOLLOWER