1 September 2012

GALERY LUKISAN TERMASYUR



KENNY G




PELUKIS TERMASYUR INDONESIA**

Dalam dunia seni lukis, Indonesia tak ketinggalan dari negara lain, terdapat beberapa Seniman Lukis yang terkenal di manca negara. Karya-karya mereka banyak dicari oleh para Kolektor dan Kurator kelas dunia, inilah beberapa diantara mereka  :

RADEN SALEH
(1807 - 1880)
.
Raden Saleh Boestaman kelahiran Semarang tahun 1807 adalah pelukis Indonesia yang pertama kali go internasional. Awalnya Raden Saleh bekerja pada Dinas Dinas Pertanian/Ilmu Pengetahuan/Kebon Raya Bogor (yang kebetulan seorang stafnya, A.J. Payen adalah seorang pelukis). Dalam dinas, Raden Saleh terus mengasah bakat melukisnya dibawah bimbingan A.J. Payen, karena dinilai berbakat Ia diusulkan untuk untuk melanjutkan pendidikan ke Belanda.  

Di Belanda Raden Saleh belajar melukis Potret pada Cornelis Kruseman dan Pemandangan dari Andries Schelfhout. Pada masa pemerintahan Raja Willem II Raden Saleh dikirim ke Dresden dan Weimar, Jerman, untuk menambah ilmu, ketika di Jerman Ia mengunjungi Paris (karena Ia amat mengagumi Pelukis Legendaris Perancis, Ferdinand Delacroix dan Horace Vernet). Sekembalinya ke Belanda tahun 1844, Ia menjadi pelukis istana kerajaan Belanda.

Akhirnya ekistesinsi Raden Saleh diakui oleh negara-negara Eropa melalui penganugerahan tanda penghargaan, seperti :
  1. Bintang Ridder der Orde van de Eikenkoon (R.E.K.);
  2. Commandeur met de ster der Frans Joseph Orde (C.F.J.);
  3. Ksatria Orde Mahkota Prusia (R.K.P.);
  4. Ridder van de Witte Valk (R.W.V.), dan lain-lain.

Dari pemerintah Indonesia berupa Anugerah Perintis Seni Lukis di Indonesia. Wujud perhatian lain adalah : Rehabilitasi makamnya di Bogor, Sejumlah lukisannya dipakai untuk ilustrasi benda berharga negara, misalnya akhir tahun 1967, Kantor Pos menerbitkan perangko seri Raden Saleh dengan reproduksi dua lukisannya bergambar binatang buas yang sedang berkelahi.

******
AFFANDI
(1907 - 1990)


Affandi Koesoema kelahiran Cirebon 1907 adalah seorang Maestro Seni Lukis Indonesia yang terkenal di dunia internasional berkat gaya Ekspresionis dan Romantisnya yang khas. Sebelum mulai melukis, Affandi pernah menjadi guru dan pernah juga bekerja sebagai tukang sobek karcis dan pembuat gambar reklame bioskop di salah satu gedung bioskop di Bandung. Pekerjaan ini tidak lama digeluti karena Affandi lebih tertarik pada bidang seni lukis.

Pada tahun 30-an, Affandi tergabung dalam ”Kelompok 5 Bandung” (Hendra, Barli, Sudarso, Wahdi serta Affandi -kelompok ini memiliki andil yang cukup besar dalam perkembangan seni rupa di Indonesia).



Pelukis yang meraih gelar Doktor Honoris Causa dari University of Singapore (tahun 1974) ini terkenal dengan gaya melukisnya, tanpa menggunakan kuas, menggoreskan cat minyaknya langsung dari tubenya kemudian menyapu cat itu dengan jari-jarinya, bermain dan mengolah warna untuk mengekspresikan apa yang ia lihat dan rasakan tentang sesuatu.

******
BASUKI ABDULLAH
(1915 - 1993)

Basoeki Abdullah kelahiran Surakarta 1915 adalah salah seorang Maestro lukis Indonesia, denga gaya Realis-Naturalis. Sejak kecil Basuki telah getol menggambar bahkan melukis beberapa tokoh terkenal. Pada tahun 1933 Ia memperoleh beasiswa untuk belajar di Akademik Seni Rupa (Academie Voor Beeldende Kunsten) di Den Haag, Belanda dan meraih penghargaan Sertifikat Royal International of Art.

Basoeki Abdullah terkenal sebagai seorang pelukis potret, terutama melukis Wanita-wanita cantik, Keluarga Kerajaan dan Kepala Negara (hal yang membuatnya dicari oleh para petinggi karena cenderungan Basuki lebih mempercantik/memperindah seseorang ketimbang wajah aslinya). Selain sebagai pelukis potret yang ulung, Diapun melukis pemandangan alam, fauna, flora, tema-tema perjuangan, pembangunan dan sebagainya.


Hampir sebagian hidupnya dihabiskan melanglang buana diluar negeri, sehingga tak heran kalau lukisannya dikoleksi di 22 Negara.  Ketika Ia kembali ke Indonesia (Jakarta) Basuki diangkat sebagai Pelukis Resmi Istana Kepresidenan.

******
. HENDRA
(1918 – 1983)


Hendra Gunawan kelahiran Bandung 1918, belajar melukis pada Wahdi (Pelukis spesialis pemandangan). Pada waktu senggang Hendra melibatkan diri pada grup sandiwara Sunda sebagai pelukis dekor, dari pengalaman itulah, ia mengasah kemampuannya.

Pertemuannya dengan Affandi merupakan fase dan sumber inspirasi jalan hidupnya untuk menjadi seorang pelukis. Dengan didasari niat yang tulus dan besar, ia memberanikan diri melangkah maju. Bermodalkan pensil, kertas, kanvas dan cat ia mulai berkarya. Komunitas dari pergaulannya ikut mendukung dan terus mendorongnya untuk berkembang. Keberaniannya terlihat ketika ia membentuk Sanggar Pusaka Sunda pada tahun 1940-an bersama pelukis Bandung dan pernah beberapa kali mengadakan pameran bersama.


Statusnya sebagai tokoh Lekra mengantarkannya masuk bui (13 tahun), namun justru didalam builah Ia mendapat ide dan belajar melukis dengan warna-warna yang natural diperolehnya dari ikan. Baginya Ikan merupakan sumber inspirasi yang tidak ada habis-habisnya (dari ikanlah ia dapat melihat warna alami yang sesungguhnya).

******

BARLI
(1921 – 2007)

Barli Sasmitawinata adalah seorang Maestro seni lukis Realistik (sekaligus Dosen di ITB). Pria yang lahir di Bandung 18 Maret 1921 itu menjadi pelukis berawal atas permintaan kakak iparnya Sasmitawinata, agar Barli memulai belajar melukis di studio milik Jos Pluimentz, seorang pelukis asal Belgia yang tinggal di Bandung (di Studio ini pula Barli belajar kepada Luigi Nobili, pelukis asal Italia).

Perjalanan karir lukis Barli dimulai sejak tahun 1930-an sebagai ilustrator terkenal di Balai Pustaka, Jakarta. Dia juga sebagai ilustrator untuk beberapa koran di Bandung. Kesempatan Barli studi sekaligus berkiprah di benua Eropa berawal di tahun 1950 tatklala dia mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Belanda untuk belajar di Academie Grande de la Chaumiere, Paris, Perancis. Barli masih meneruskan studi di Rijksacademie voor Beeldende Kunsten, Amsterdam, Belanda, sampai tahun 1956.


Kritikus seni, Jim Supangkat menempatkan Barli Sasmitawinata sebagai titik sambung 2 gugus perkembangan seni lukis Indonesia : Seni lukis masa kolonial dan Seni lukis modern Indonesia. Pemerintah RI memberikan penghargaan yang tinggi kepada seniman besar kelahiran Bandung itu dengan menerbitkan prangko yang bergambar Potret Diri, sebuah lukisan terkenal yang Barli buat di tahun 1974.

******

ANTONIO BLANCO
(1912 – 1999)


Antonio Maria Blanco kelahiran Manila, Filipina adalah seorang Maestro lukis Romantik-Ekspresif keturunan Spanyol. Semula Ia hidup dan bekerja di Florida dan California, Amerika Serikat, hingga pada suatu waktu hatinya tertarik untuk mengeksplorasi pulau-pulau di Samudra Pasifik sebagai sumber inspirasinya seperti pelukis Paul Gauguin, José Miguel Covarrubias dan yang lainnya sebelum dirinya. Ia berencana untuk pergi ke Tahiti, tapi nasib membawanya ke Hawaii, Jepang dan Kamboja (Ia menjadi tamu kehormatan Pangeran Norodom Sihanouk).

Pada tahun 1952 Ia berpindah dari Cambodia ke Bali. Di Ubud Bali Ia menikahi seorang wanita model lukisannya yang juga seorang penari tradisional Bali, Ni Ronji. Bali memberikan Antonio elemen penting yang ia butuhkan untuk membangun hasrat seninya yang jenius: pemandangan yang indah, suasana lingkungan yang seperti impian, dan keberadaan seni dan cinta yang luar biasa.

Semenjak saat itu, Antonio tidak pernah meninggalkan mimpinya dan mulai mewujudkan mimpinya itu dalam hidup dan karya-karyanya. Ia membangun sebuah rumah tinggal plus museum di Ubud yang menjadi tempat istirahatnya yang penuh keajaiban. Bangunan tersebut dibangun berdasarkan citra dan kesukaannya dimana Antonio menjadi sangat betah tinggal di dalamnya dan sangat jarang keluar. Sepanjang kariernya, Antonio menerima berbagai penghargaan, diantaranya :    
  1.  Tiffany Fellowship-dari The Society of Honolulu Artists;
  2. Chevalier du Sahametrai - dari Cambodia;
  3. Society of Painters of Fine Art Quality - dari Presiden Soekarno;
  4. Prize of the Art Critique - dari Pemerintah Spanyol;
  5. Cruz de Caballero - dari Raja Spanyol Juan Carlos. 

Banyak kolektor yang menghargai karya-karya lukisanya, seperti aktris Ingrid Bergman, Ariadna Thalía Sodi Miranda, Presiden Soekarno, Presiden Soeharto, Wakil Presiden Adam Malik, Pangeran Norodom Sihanouk, Michael Jackson dan lain-lain.

******

** Disarikan dari berbagai Sumber.

Tidak ada komentar:

FOLLOWER